Selasa, 29 November 2016

Pasar Minyak Dunia Menjadi Gelisah Jelang Pertemuan OPEC di Wina

Berita - Pasar minyak dunia pada hari ini gelisah menjelang pertemuan OPEC dengan anggota kartel produsen mencoba untuk membicarakan pemotongan produksi untuk mengekang kelebihan pasokan karena harga minyak saat ini lebih rendah 50% sejak 2014.Seperti dikutip dari Reuters, Rabu (30/11/2016), harga minyak AS, West Texas Intermediate (WTI) berada di level USD45,38 per barel pada pukul 00.19 GMT, naik 35% dari posisi sebelumnya. 



Sementara, perdagangan minyak brent belum dibuka. Namun, pada penutupan kemarin harga minyak brent turun lebih dari 4% mendekati level USD46 per barel, setelah adanya komentar dari Indonesia dan Iran.

Para pedagang mengatakan bahwa pasar sangat gugup, dan harga bisa goyah tergantung pada perkembangan di Organisasi pertemuan Negara Pengekspor Minyak di Wina. Penurunan harga minyak pada penutupan kemarin akibat adanya ketidasepakatan antara Arab Saudi, Iran dan Irak mengenai rincian dari penurunan produksi yang direncanakan.

"Pada saat ini, kesepakatan untuk membatasi produksi minyak tampak suram dan harga minyak mencerminkan pandangan itu," kata Fawad Razaqzada, analis di broker Forex.com.

Iran dan Irak menolak adanya tekanan dari Arab Saudi untuk mengurangi produksi minyak, sehingga sulit bagi OPEC untuk mencapai kesepakatan untuk membatasi produksi.

Pada hari ini, ketegangan meningkat setelah Iran menulis surat kepada OPEC yang mengatakan bahwa pihaknya ingin Arab Saudi untuk mengurangi produksi sebanyak 1 juta barel per hari (bph), sumber OPEC yang melihat surat itu menyampaikannya kepada Reuters.

Menteri Perminyakan Iran Bijan Zanganeh kepada wartawan saat tiba di markas OPEC di Wina mengatakan bahwa negaranya tidak siap untuk mengurangi produksi. "Kami akan meninggalkan tingkat produksi (di mana) kami memutuskan di Aljazair," ujarnya.

OPEC, yang menyumbang sepertiga dari produksi minyak dunia membuat perjanjian awal di Algiers pada September untuk produksi sekitar 32,5-33.000.000 bph versus saat 33.640.000 barel per hari untuk menopang harga.

Pada saat itu, OPEC mengatakan akan membebaskan Iran, Libya dan Nigeria dari kesepakatan produksi mereka.

Bank Mandiri Salurkan Bantuan Sosial Nontunai di Bekasi

BeritaPT Bank Mandiri Tbk (BMRI) mendukung penyaluran bantuan sosial nontunai dari pemerintah. Pada akhir pekan ini, penyaluran bantuan sosial nontunai dilakukan di wilayah Bekasi, Jawa Barat.Corporate Secretary Bank Mandiri Rohan Hafas mengatakan, jumlah penerima bantuan yang diberikan di Bekasi pekan ini sebanyak 1.168 penerima dengan total nilai sebesar Rp428 juta. Bekasi merupakan kota kelima penyaluran bantuan sosial nontunai dari 14 kota yang direncanakan.




"Penyaluran bantuan dilakukan bersama bank-bank Himbaralain. Melalui penyaluran bansos melalui sistem ini, kami juga ingin mengedukasi masyarakat untuk menabung dan menggunakan uang seperlunya saja sehingga dapat mendukung upaya pemerintah dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat," kata dia dalam rilisnya di Jakarta, Minggu (27/11/2016).

Pada penyaluran di Bekasi, Bank Mandiri menyiapkan 30 pegawai untuk melakukan verifikasi penerima bantuan, menyerahkan kartu dan mengoperasikan edc untuk membantu penarikan tunai.

Penyaluran dana bantuan sosial nontunai PKH ini dilakukan tanpa dipungut biaya atau zero cost. Uji coba penyaluran dilakukan untuk pertama kali dengan penyaluran bantuan sosial nontunai PKH secara simbolis di Pendopo Balai Budaya, Kabupaten Gianyar, Bali, beberapa waktu lalu.

Pada uji coba itu, sebanyak 695.493 penerima manfaat bantuan sosial di 68 kabupaten kota akan menjadi proyek percontohan penyerahan banuan sosial program PKH dari tunai menjadi nontunai.

Sistem yang dipakai menggunakan Kartu Combo yang memiliki multi fungsi, yaitu sebagai e-wallet dengan basis server yang dapat menyimpan data-data penyaluran bantuan PKH serta kartu tersebut berfungsi dengan basis TabunganKu. Teknis pelaksanaan pengambilan bantuan nontunai dilakukan melalui agen-agen perbankan, ATM, dan outlet bank tertentu. 

Dapat Lisensi FLEGT, Produk Kayu Indonesia Makin Diminati Uni Eropa Saat Ini

BeritaProduk kayu dan deforestasi alias degradasi hutan bak dua sisi mata uang. Beberapa negara Uni Eropa kerap menerapkan larangan bagi produk kayu yang menyebabkan degradasi hutan. Untuk menjamin agar produk kayu dan turunannya yang dieskpor ke negara-negara Uni Eropa bersumber dari yang legal dan dihasilkan secara berkelanjutan dan sesuai prinsip melindungi lingkungan hidup, maka Uni Eropa membentuk lisensi Forest Law Enforcement Governance and Trade Voluntary Partnership Agreement (FLEGT-VPA).


Seiring dengan itu, Indonesia yang merupakan salah satu produsen ekspor kayu ke Eropa, memperoleh lisensi FLEGT-VPA di Brussels, Belgia pada Senin, 28 November 2016.

“Dengan diterimanya lisensi FLEGT-VPA, kita harus memanfaatkan keunggulan komparatif bagi produk kayu asal Indonesia untuk meraih pasar yang lebih besar di Uni Eropa,” ujar Menteri Luar Negeri Retno Marsudi dalam keterangan Yang diterima Oleh orang lapangan kami.


Dalam kesempatan itu, Menlu Retno juga menghadiri peresmian lisensi FLEGT-VPA bersama Federica Mogherini, high representative Uni Eropa untuk Luar Negeri dan Keamanan dan Karmenu Vella, komisioner UE untuk urusan lingkungan hidup, kelautan dan perikanan di Brussels.

Perjanjian FLEGT-VPA bertujuan membantu negara mitra Uni Eropa dalam memberantas illegal logging melalui perbaikan tata kelola dan regulasi hutan. Dengan adanya lisensi FLEGT-VPA ini, produk kayu asal Indonesia yang diekspor ke Uni Eropa akan dapat masuk ke pasar Eropa melalui jalur hijau.

Peresmian lisensi FLEGT-VPA merupakan momentum penting bagi hubungan Indonesia-Uni Eropa, sekaligus merefleksikan komitmen kuat Indonesia bagi sustainable timber products. 

Sebagai negara pertama yang mendapat lisensi FLEGT-VPA, produk kayu Indonesia kini memiliki keunggulan komparatif di pasar UE. “Daya saing dan akses pasar lebih luas yang dimiliki produk kayu Indonesia saat ini harus segera dimanfaatkan sebelum disusul oleh produk kayu dari negara lain,” sebut Retno.

Menlu Retno juga menyerahkan contoh produk kayu Indonesia yang diproduksi sesuai dengan lisensi FLEGT-VPA kepada High Representative UE Federica Mogherini dan Komisioner Karmenu Vella. Mogherini mengapresiasi upaya Indonesia dalam menerapkan standar yang tinggi dalam perlindungan pembangunan yang berkelanjutan. Komisioner Vella menambahkan bahwa lisensi ini dapat meningkatkan competitive edge serta akses pasar ke Eropa.

Indonesia merupakan salah satu pengekspor produk kayu terbesar ke UE dengan nilai total sekitar 485 juta euro pada tahun 2015. Sesuai dengan data dari European Timber Trade Federation, terdapat 23 juta hektare hutan yang telah mendapat sertifikasi SVLK (Sistem Verifikasi dan Legalitas Kayu), 2.700 pabrik kayu menerima sertifikat SVLK, dan 1.800 eksporter kayu yang menerima sertifikat SVLK di Indonesia. 


Bursa Saham Jepang Flat, IHSG Dibuka Lanjutkan Penguatan Pada Hari ini

BeritaIndeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada perdagangan hari ini dibuka kembali menghijau setelah pada perdagangan kemarin ditutup terapresiasi. IHSG hari ini dibuka menguat 19,58 poin atau 0,38% ke level 5.156,25 saat bursa saham Asia variatif.



Pada perdagangan kemarin, pasar saham Tanah Air berhasil ditutup di zona hijau atau menguat 22,10 poin atau 0,43% ke level 5.136,67.

Sektor saham dalam negeri mayoritas positif dengan penguatan tertinggi adalah sektor aneks industri yang naik 1,09%. Sementara, sektor yang melemah t6erdalam adalah sektor perkebunan yang melemah 0,91%.
 
Adapun nilai transaksi di bursa Indonesia tercatat sebesar Rp26 miliar dengan 7 juta saham diperdagangkan dan transaksi bersih asing mencapai Rp1,37 miliar dengan aksi jual asing Rp15,88 miliar dan aksi beli sebesar Rp17,25 miliar. Tercatat sebanyak 26 saham menguat, 9 saham melemah dan 10 saham stagnan.

Saham-saham yang menguat di antaranya PT Gudang Garam Tbk (GGRM) naik Rp400 menjadi Rp63.450, PT Matarahari Departmenet Store Tbk (LPPF) naik Rp250 menjadi Rp14.900, United Tractors Tbk (UNTR) naik Rp225 menjadi Rp22.000.

Sementara, saham-saham yang melemah di antaranya PT Bukit Asam Tbk (PTBA) turun Rp100 menjadi Rp11.450, PT Vale Indonesia Tbk (INCO) turun Rp40 menjadi Rp3.460, dan PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI) turun Rp25 menjadi Rp16.975.

Dilansir CNBC, Rabu (30/11/2016), bursa saham Asia mengawali perdagangan hari ini tercatat variatif dengan saham energi di bawah tekanan setelah semalam harga minyak menurun dan sebagai pelaku pasar mencermati pertemuan OPEC di wina hari ini.

Di Jepang, Indeks Nikkei N225 mendatar di level 18.319,72, sementara di Korea Selatan, Kospi juga bergerak sedikit, perdagangan berada di level 1.979,49. Di Australia, Indeks ASX 200 turun 0,08% dengan penambang terkemuka mengalami kerugian mengakibatkan sektor material jatuh 2,04% dan sektor energi turun 0,71%.

Harga minyak jatuh hampir 4% persen pada penutupan kemarin di tengah ketidakpastian baru atas kesepakatan OPEC untuk mengurangi tingkat produksi dengan menteri dari 14 negara yang dijadwalkan bertemu di Wina hari ini untuk mengumumkan keputusan tentang pemotongan produksi minyak yang sudah diusulkan pada pertemuan September.

Di perdagangan Asia, harga minyak AS rebound sedikit atau naik 0,33% ke level USD45,38, setelah sesi sebelumnya jatuh 3,9%. patokan global Brent tercatat mendatar, setelah sebelumnya jatuh 3,9% menjadi USD46,38. 

Cadangan Emas Melimpah,Kontrak Freeport Tak Perlu Diperpanjang Lagi

Berita - Koordinator Nasional Publish What You Pay Indonesia Maryati Abdullah mengatakan, cadangan mineral tambang seperti emas milik PT Freeport Indonesia (PTFI) di Papua masih banyak. Sehingga pemerintah sudah seharusnya mengelola sumber daya alam itu sendiri dengan tidak memperpanjang kontrak perusahaan tambang asal Amerika Serikat (AS) tersebut pada 2021 karena akan merugikan negara.



Lebih lanjut dia menerangkan keberadaan tambang Freeport tetap masih ekonomis bagi Indonesia, meski harga komoditas sedang lesu. Karena itu, pemerintah harus menyetop kontrak itu dan menjadikannya sebagai wilayah pencadangan negara dengan sistem Izin Usaha Pertambangan Khusus (IUPK).

"Cadangan Freeport masih banyak, Freeport masih ekonomis bagi Indonesia, secara UU tidak perlu perpanjangan atau penawaran ulang. Tapi wilayah pencadangan negara, izin usaha pertambangan khusus. Setelah jadi IUPK, pembicaraan di DPR dan pemerintah serahkan ke pihak ketiga seperti BUMN," ujarnya di Jakarta, Senin (21/11/2016.

Dia menjelaskan, setelah adanya IUPK maka pemerintah akan mengambil peran dalam mengelola tambang di Papua. Namun, Freeport tetap bisa ikut bergabung jika berminat ajukan izin khusus.

"Ada pilihan pertimbangan tunggu 2021 setelah jadi IUPK, pemerintah kelola seperti apa? Kalau Freeport minat, ajukan izin usaha khusus. Antam dan Inalum mau maju enggak? Lalu bisa juga ada dengan perusahaan Kanada, Australia, pemerintah buka kesempatan sama pebisnis lain di dalam dan luar negeri, mana yang menguntungkan negara?" pungkasnya. 

Sebagai informasi tambang Grasberg, Papua, merupakan salah satu tambang yang menyimpan cadangan emas dan tembaga melimpah bagi Freeport. Cadangan emas diperkirakan mencapai 29,8 juta ons atau terbesar di dunia. Kondisi ini diyakini membuat Freeport berupaya melakukan lobi ke sejumlah pihak untuk memuluskan usulan perpanjangan kontrak.

Sementara Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri menghendaki negosiasi perpanjangan kontrak baru akan dibahas pada 2019, meskipun banyak pihak yang menghendaki agar perpanjangan kontrak dipercepat. Lalu ada juga usulan agar kontrak karya Freeport tidak perlu diperpanjang saat berakhir pada 2021, namun diserahkan seluruhnya kepada pemerintah atau Aneka Tambang. 

(akr)